Saturday, April 21, 2012

Konseling Spiritual



Konseling spiritual adalah konseling yang mengarahkan konseli kepada Tuhan dengan asumsi dasar bahwa manusia adalah mahkluk ciptaan
Tuhan. Manusia mengalami putus hubungan dengan Tuhan akibat dosa. Akibat lanjutan dari dosa adalah manusia mengalami luka batin yang perlu
disembuhkan melalui relasi konseling (Witoha, 2003 ; Clinebell, 2006). Proses penyembuhan dicapai melalui strategi konseling yang
merupakan rencana dasar intervensi guna mencapai tujuan konseling, yaitu penyembuhan luka batin (Moeliono, 1988). Strategi yang dibangun atas dasar asumsi manusia sebagai citra Allah itu terdiri atas berbagai teknik konseling
(Moeliono,1988). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi apakah proses konseling di
Rumah Pemulihan Victory Outreach mengintegrasikan strategi dan teknik
konseling ilmiah ke dalam proses konseling spiritual. Tujuan ini dicapai melalui penelitian kualitatif deskriptif dengan mengevaluasi pengalaman tiga pendamping konseling sebagai subjek penelitian. Subjek diwawancarai dan
diobservasi saat melaksanakan sesi-sesi konseling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesamaan di antara para pendamping konseling dalam menerapkan strategi dan teknik konseling
spiritual. Di dalam konseling spiritual yang mereka terapkan terdapat faktor-faktor konseling yang biasa ada di dalam relasi konseling ilmiah yaitu, konsep hakikat manusia, konsep gangguan emosional, tujuan konseling, strategi konseling, dan teknik-teknik berkonseling. Selain mempertahankan prosedur konseling yang sudah sesuai dengan prosedur konseling ilmiah (scientific counseling), para pendamping di Victory Outreach disarankan bekerja sama dengan pihak-pihak eksternal untuk mendapatkan klien yang membutuhkan konseling spiritual. Para
pendamping sebaiknya juga meningkatkan pemahaman diri dan pendalaman karakter konseli yang mempunyai latar belakang berbeda melalui berbagai sumber seperti keluarga atau significant persons. Kepada pimpinan Victory Outreach disarankan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan khusus selain konseling kelompok, seperti konseling
individual yang intensif dan penerapan nilai-nilai Alkitabiah sesuai kondisi sekarang ini. Peneliti memberi saran agar pimpinan Rumah Pemulihan
Victory Outreach bekerja sama dengan instansi-instansi terkait seperti lembaga swadaya masyarakat guna menggalang dana. Juga, kepada pimpinan Program Studi Bimbingan dan Konseling
Unika Atma Jaya disarankan untuk mengeksplorasi lebih mendalam tentang penerapan konseling spiritual oleh calon-calon pendamping konseling dan
meningkatkan kerjasama dengan para pendamping konseling di Rumah Pemulihan Victory Outreach untuk meningkatkan pengalaman-pengalaman
di bidang konseling spiritual.
oleh:illa suryaningsih BK-B 2010 (101014051)

No comments:

Post a Comment