Friday, April 13, 2012

TEORI ALLPORT : PSIKOLOGI INDIVIDU


TEORI ALLPORT
PSIKOLOGI INDIVIDU

     A. POKOK-POKOK TEORI ALLPORT

     1. Struktur dan Dinamika Kepribadian

Bagi Allport struktur kepribadian itu terutama dinyatakan dalam sifat-sifat (traits) dan tingkah laku didorong oleh sifat-sifat (traits). Jadi struktur dan dinamika itu pada umumnya satu dan sama. Allport berpendapat bahwa masing-masing pengertian refleks bersyarat, kebiasaan, sikap, sifat, diri (self) dan kepribadian itu kesemuanya masing-masing adalah bermanfaat.
Tetapi walaupun semua pengertian itu diterima dan dianggap penting, namun tekanan utama diletakkannya pada sifat (trait), sedangkan disamping itu sikap (attitude) dan intensi (intentions) diberinya kedudukan yang kira-kira sama, sehingga ada yang menamakan psikologi Allport itu adalah “trait psychology”.
a.       Kepribadian Watak dan Temperamen
Menurut Allport, kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
Watak (karakter), Allport menunjukkan bahwa biasanya kata watak menunjukkan arti normatif, dia menyatakan bahwa “character is personality evaluated and personality is character devaluated”.
Temperamen adalah gejala karakteristik daripada sifat emosi individu, termasuk juga mudah tidaknya kena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara daripada fluktuasi dan intensitas suasana hati. Gejala ini tergantung kepada faktor konstitusional dan karenanya terutama berasal dari keturunan.
b.       Sifat (Trait)
Sifat adalah sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresif secara sama. Perbedaan sifat dengan pengertian yang lain :
a)      Kebiasaan (habit)
Sifat (trait) dan kebiasaan (habit) kedua-daunya adalah tendens determinasi, akan tetapi sifat itu lebih umum, baik dalam situasi yang dicocokinya, maupun dalam response yang terjelma darinya.
b)      Sifat (attitude)
Bagi Allport perbedaan antara pengertian sifat (trait) dan sikap (attitude). Bagi kedua-duanya itu adalah predisposisi untuk berespon, kedua-duanya adalah khas, kedua-duanya dapat memulai atau membimbing tingkah laku, kedua-duanya adalah hasil dari faktor genetis dan belajar.
c)      Tipe
Allport membedakan antara sifat dan tipe. Menurut dia orang dapat memiliki sesuatu sifat, tetapi tidak dapat memiliki sesuatu tipe. Tipe adalah konstruksi ideal si pengamat, dan seseorang dapat disesuaikan dengan tipe itu tetapi dengan konsekuensi diabaikan sifat-sifat khas individualnya. Sifat dapat mencerminkan sifat khas pribadi sedangkan tipe malah menyembunyikannya. Jadi bagi Allport, tipe menunjukkan perbedaan-perbedaan buatan yang tak begitu cocok dengan kenyataan, sedangkan sifat adalah refleksi sebenarnya daripada yang sebenar-benar ada.
 
    2. Perkembangan Kepribadian

Melihat teori otonomi fungsional itu nyatalh bahwa individu itu dari lahir itu mengalami perubahan-perubahan yang penting.

a.    Kanak-kanak
Dalam masa ini anak itu merupakan makhluk yang punya tegangan-tegangan dan perasaan enak tak enak. Pertumbuhan itu bagi Allport merupakan proses diferensiasi dan integrasi yang berlangsung terus-menerus. Jadi beberapa tingkah laku anak itu merupakan perintis bagi pola-pola kepribadian selanjutnya. Allport menyimpulkan, bahwa setidak-tidaknya pada  bagian kedua tahun pertama anak telah menunjukkan dengan pasti sifat-sifat yang khas.

b.    Transformasi Kanak-kanak
Menurut Allport manusia itu adalah organisme yang pada waktu lahirny adalah makhluk biologis, lalu berubah/berkembang menjadi individu yang egonya selalu berkembang, struktur sifat-sifatnya meluas dan merupakan inti daripada tujuan-tujuan dan aspirasi-aspirasi masa depan. Di dalam perkembangan ini tentu saja peranan yang menentukan ada pada otoonomi fungsional. 

c.    Orang Dewasa
Pada orang dewasa faktor-faktor yang menentukan tingkah laku adalah sifat-sifat (traits) yang terorganisasikan dan selaras. Sifat-sifat ini timbul dalam berbagai cara dari perlengkapan-perlengkapan yang dimiliki neonatus. Bagi Allport tidaklah penting, yang penting ialah yang ada kini.
Menurut Allport pribadi yang telah dewasa itu pada pokoknya harus memiliki hal-hal yang tersebut dibawah ini :
( 1 ) Extension of self
Yaitu bahwa hidupnya tidak harus terikat secara sempit kepada kegiatan-kegiatan yang erat hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhan serta kewajibankewajiban yang langsung. Suatu hal yang penting daripada extension of the self itu ialah proyeksi ke masa depan yakni merencanakan (planning) dan mengharapkan (hoping).
( 2 ) Self Objectification
Ada dua komponen pokok dalam hal ini, ialah humor dan insight :
1.      Insight
Insight adalah kecakapan individu untuk mengerti dirinya sendiri.
2.      Humor
Humor disini tidak hanya berarti kecakapan untuk mendapatkan kesenangan dan hal yang menertawakan saja, melainkan juga kecakapan untuk mempertahankan hubungan positif dengan dirinya sendiri dan obyek-obyek yang disenangi, serta menyadari adanya ketidakselarasan dalam hal ini.
( 3 ) Filsafat Hidup (Weltanschauung, philosophy of life)
Walaupun individu itu harus dapat obyektif dan bahkan menikmati kejadian-kejadian dalam hidupnya, namun mestilah ada latar belakang yang mendasari segala sesuatu yang dikerjakannya, yang memberinya arti dan tujuan. Religi merupakan salah satu hal yang penting dalam hal ini.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment